BLANTERORIONv101

OSCE : Anamnesis Obstetri (ANC / Ante Natal Care)

Anamnesis Obstetri & Standar Pelayanan ANC (Antenatal Care)

Pendahuluan & Identitas Pasien

Anamnesis obstetri adalah salah satu bagian esensial dari proses pemeriksaan kehamilan (*Antenatal Care* / ANC).
  • Tanyakan Identitas Pasien dan Suami:
    • Nama, usia, alamat, pekerjaan, pendidikan terakhir, agama
    • Diantar oleh siapa / datang sendirian?
    • Datang dengan rujukan atau mandiri?

Keperluan / Keluhan

  • Tujuan Kunjungan: Bisa jadi pasien hamil datang hanya untuk kontrol kehamilan rutin, atau datang karena ada keluhan tertentu.
Jika Ada Keluhan:

Jika ibu hamil memiliki keluhan, lanjutkan dengan anamnesis Sacred Seven (lokasi, onset, kronologis, kualitas, kuantitas, faktor pengubah, dan gejala penyerta).

Gejala dan Tanda yang Perlu Ditanyakan:

  • Mual-muntah, masalah BAK, masalah BAB
  • Demam, nyeri kepala hebat, kaki bengkak
  • Gejala anemia (Hb < 11 g/dL), nyeri pinggang / punggung
  • Air ketuban rembes, darah keluar dari jalan lahir sebelum waktunya
  • Gangguan penglihatan (yang baru terjadi saat hamil), kejang, keputihan, sulit tidur
Jika ibu tidak memiliki keluhan (hanya ingin kontrol), tanpa perlu *sacred seven*, langsung tanyakan riwayat haid.

Riwayat Haid & Pernikahan

  • Riwayat Haid:
    • Haid pertama kali usia berapa (menarche)?
    • Lama haid berapa hari? Tiap berapa bulan siklus haidnya?
    • Apakah ada rasa sakit hebat saat haid (dismenore)?
    • Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) kapan?, hitung usia kehamilan nanti diakhir saja
  • Riwayat Pernikahan:
    • Pernikahan keberapa? Sudah berapa lama menikah?
    • Di usia berapa pertama kali berhubungan seksual? (sensitif tapi sangat penting ditanyakan).

Riwayat Kehamilan Sekarang

Fokus: R. Kontrol - Pesan Khusus - USG - TT - Lab - Obat - Vitamin - HPL.
  • Sudah pernah ANC / kontrol kehamilan sebelumnya?
  • Adakah pesan khusus dari dokter atau bidan sebelumnya?
  • Sudah pernah USG? Sudah pernah suntik TT (*Tetanus Toxoid*)?
  • Sudah pernah tes laboratorium darah? (Hb, golongan darah, HIV, Sifilis, Hepatitis B).
  • Ada obat atau suplemen yang dikonsumsi selama kehamilan?
  • Sudah mendapat asam folat, kalsium, dan tablet tambah darah (TTD)?
  • Hitung HPL (Hari Perkiraan Lahir) menggunakan rumus Naegele.

Sekilas Teori : ANC Standar Kemenkes (6 Kali):

  • Trimester 1 (2 kali): K1 kontak dengan dokter untuk USG pada usia kehamilan < 12 minggu.
  • Trimester 2 (1 kali) : K3 tidak wajib bertemu dokter (bisa dengan bidan)
  • Trimester 3 (3 kali): K5 dengan dokter untuk USG pada usia kehamilan 32 - 36 minggu.

Sekilas Teori : Pembagian Trimester Kehamilan:

  • Trimester 1: 0 minggu hingga < 14 minggu
  • Trimester 2: 14 minggu hingga 27 minggu
  • Trimester 3: 28 minggu hingga 40 minggu

Sekilas Teori : Standar Pelayanan 10T dalam ANC

Pelayanan di setiap kunjungan ANC wajib menerapkan standar 10T di seluruh fasilitas kesehatan.
Standar Pelayanan 10T ANC

Standar 10T ANC (*klik gambar untuk memperbesar*)

  • 1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan.
  • 2. Ukur tekanan darah (serta pemeriksaan TTV lainnya).
  • 3. Nilai status gizi (ukur LILA / Lingkar Lengan Atas pada tangan yang tidak dominan, normalnya > 23,5 cm).
Pemberian PMT (Pemberian Makan Tambahan): Ibu hamil mendapat biskuit PMT per hari minimal selama 1 bulan (T1: 2 keping/hari, T2 & T3: 3 keping/hari). Khusus ibu KEK (LILA < 23,5 cm), pemberian PMT dilakukan lebih dari 1 bulan.
  • 4. Ukur tinggi fundus uteri.
  • 5. Tentukan presentasi janin (pemeriksaan Leopold) dan denyut jantung janin (DJJ).
  • 6. Skrining status vaksinasi Tetanus Toksoid (TT) pada ibu.
Imunisasi TT Hamil

Panduan Imunisasi TT pada Ibu Hamil (*klik gambar untuk memperbesar*)

  • 7. Pemberian tablet tambah darah (TTD) minimal 1 tablet/hari selama minimal 90 hari, serta asam folat 800 mcg/hari selama kehamilan (untuk ibu dengan riwayat anak neural tube defect, asam folat diberikan 4 mg/hari).
  • 8. Tes laboratorium T1 saat K1: Triple eliminasi (HIV, Sifilis, Hepatitis B), darah rutin (utamanya Hb), dan golongan darah.
  • 9. Tes laboratorium T2 saat K3: Pemeriksaan Hb ulang (pada ibu anemia), GDS, protein urin, dan glukosa urin.
  • 10. Temu wicara / konseling: Tanda bahaya kehamilan, gizi, kesehatan mental, proses persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, ASI eksklusif, dan KB pasca-bersalin. serta Tatalaksana kasus.

Riwayat Obstetri (GPA) & KB

  • Saat ini kehamilan yang keberapa? Pernah keguguran (usia kehamilan < 20 minggu)? Apakah kehamilan direncanakan dan diinginkan?
Panduan GPA Obstetri

Kalender Kehamilan (*klik gambar untuk memperbesar*)

Jika pasien sudah memiliki anak sebelumnya, tanyakan: Usia anak saat ini, jenis kelamin, riwayat lahir (sesar/normal), posisi janin dahulu (sungsang/tidak), penolong persalinan, berat badan lahir (BBL), adakah masalah kehamilan sebelumnya, serta riwayat ASI eksklusif 6 bulan. Jika ada riwayat keguguran, tanyakan tanggal kejadian, usia kehamilan, dan penyebabnya.
  • Riwayat KB: Pernah KB? Jenis apa? Adakah efek samping?

Riwayat Lainnya:

  • Riwayat Penyakit Dahulu (Kronis): Hipertensi, DM, penyakit jantung, penyakit ginjal.
  • Alergi & Menular: Alergi makanan/obat, asma, TB paru, kusta, HIV, Hepatitis B.
  • Genetik: Thalasemia, kelainan bawaan lahir.
  • Riwayat Penyakit Keluarga: DM, hipertensi, kelainan genetik/bawaan.
  • Riwayat Sosial Ekonomi: (Lifestyle) merokok, alkohol, gonta-ganti pasangan.

Edukasi Ibu Hamil & Indikasi Rujukan

  • Jelaskan kondisi janin dan kesehatan ibu dari hasil pemeriksaan fisik, lab, serta USG.
  • Janin mulai bergerak pada Trimester II. Jika gerakan janin berkurang tidak seperti biasanya, segeralah datang ke fasilitas kesehatan!
  • Perdarahan dan kontraksi uterus teratur sebelum usia kehamilan 37 minggu adalah tanda abnormal.
  • Kebutuhan Cairan: Cukupi 8 - 12 gelas/hari untuk menunjang produksi cairan ketuban (amnion), mendukung sirkulasi janin, dan mencegah dehidrasi.
  • Batasi konsumsi garam untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan.
  • Hindari makanan mentah (sushi, lalapan mentah, daging *rare/medium-rare*).
  • Konsumsi sumber kalsium (cegah pre-eklampsia), asam folat, dan zat besi (multivitamin seperti Folamil Genio atau Blackmores).
  • Makan dengan porsi kecil tapi sering guna mengatasi mual.
  • Hindari konsumsi jamu, obat herbal, maupun rumput fatimah.
Kondisi yang Perlu Dirujuk Segera:
  • Hiperemesis gravidarum
  • *Spotting* / perdarahan pervaginam < 37 minggu
  • Tanda-tanda syok
  • Anemia dengan Hb < 10 g/dL
  • Kenaikan berat badan tidak sesuai: < 1 kg/bulan (T1) dan < 2 kg/bulan (T2 & T3)
  • Gerakan bayi berkurang drastis dari sebelumnya
  • Hipertensi / tekanan darah tinggi & edema ekstremitas
  • Kehamilan kembar (gemeli) atau lebih
  • Protein urin positif (+)
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.