Kontraindikasi
- Alergi tembaga
- Sedang hamil
- Mengalami AUB (Abnormal Uterine Bleeding)
- Mengalami PID (Pelvic Inflammatory Disease) seperti servisitis dan salpingitis
Komplikasi Pemasangan IUD
- Infeksi
- Perforasi rahim
- Perdarahan dari jalan lahir
Step 1 : Pemeriksaan Genitalia Eksterna, Inspekulo, & Ginekologi
Posisi pasien litotomi. Lakukan pemeriksaan genitalia eksterna, inspekulo, dan ginekologi (VT bimanual) yang bertujuan untuk:
- Memastikan tidak ada infeksi di area genitalia
- Memastikan pasien tidak sedang mengalami perdarahan
- Memastikan pasien tidak mengalami PID seperti servisitis dan salpingitis
- Memastikan arah uterus (antefleksi / retrofleksi)
-
Aturan Handscoon:
- Saat pemeriksaan genitalia eksterna: menggunakan handscoon biasa.
- Saat pemeriksaan inspekulo: cuci tangan dan ganti handscoon biasa dengan handscoon steril yang baru.
- Saat pemeriksaan VT bimanual: masih menggunakan handscoon steril yang sama (tidak ganti setelah inspekulo).
Step 2 : Persiapan Alat
- Setelah pemeriksaan di atas, lepas handscoon steril.
-
Persiapan IUD:
- Buka pembungkus IUD pada bagian ujung bawah kemudian lipat sedikit plastiknya.
- Masukkan sayap dalam kondisi IUD masih berada di dalam plastiknya (tangan kanan pegang tabung dari bungkus luar, dan tangan kiri melipat sayap dari bungkus luar).
- Sayap sudah masuk ke tabung.
- Tuangkan povidone iodine pada comb.
- Tuangkan gel pada comb yang lainnya.
- Siapkan kasa.
- Siapkan peralatan lainnya (sonde, tenaculum, korentang, dan spekulum cocor bebek).
- Nyalakan lampu ginekologi.
Step 3 : Persiapan Pasien
- Pasien sudah membuka pakaian dalam.
- Pasien sudah dalam posisi litotomi.
- Beri selimut.
Step 4 : Persiapan Diri
- Dokter mencuci tangan.
- Gunakan handscoon steril (handscoon steril yang digunakan untuk VT bimanual sebelumnya dibuang).
Step 5 : Tindakan
- Ambil dan masukkan pendorong ke dalam tabung (hati-hati, tangan yang sudah menggunakan handscoon jangan menyentuh bagian plastik luar pembungkus IUD).
- Swab dengan povidone iodine pada labia mayor kanan, labia mayor kiri, dan labia minor (menggunakan 3 kasa yang berbeda).
- Ambil cocor bebek (yang baru, berbeda dengan yang digunakan saat pemeriksaan inspekulo), celupkan pada comb yang berisi gel.
- Minta ibu tarik napas, masukkan cocor bebek ke dalam vagina 1/2 bilah secara vertikal, kemudian putar menjadi horizontal.
- Buka cocor bebek.
- Swab portio dengan kasa yang telah diberi povidone iodine.
- Gunakan tenaculum untuk menjepit portio arah jam 12 secara horizontal (jika uterus antefleksi) atau jepit arah jam 6 (jika uterus retrofleksi).
- Tarik tenaculum supaya uterus mendatar dan masukkan sonde dengan teknik no touch.
- Keluarkan sonde, dan perhatikan povidone iodine terakhir di angka berapa pada sonde.
- Setting leher biru sesuai dengan kedalaman uterus yang telah diukur dengan sonde.
- Leher biru disetting dari luar plastik (jangan disentuh leher birunya).
-
Ganti handscoon steril yang baru (artinya sejak awal harus persiapkan 3 handscoon steril):
- Untuk inspekulo dan VT bimanual
- Untuk melakukan sonde pengukuran kedalaman uterus
- Setelah menggeser leher biru, ganti handscoon yang baru untuk insersi IUD ke uterus
- Ambil seperangkat IUD tanpa menyentuh plastik bagian luarnya.
- Lakukan insersi IUD ke dalam uterus dengan teknik no touch dan teknik withdrawal.
- Potong benang IUD 2 cm dari portio.
Step 6 : Penutup
- Lepas tenaculum.
- Tekan (*deep*) dengan kasa pada bekas jepitan tenaculum untuk menghentikan perdarahan.
- Lepaskan penekanan dan lepaskan cocor bebek.
- Edukasi pasien dan jadwalkan untuk kontrol berikutnya.
Social Media