BLANTERORIONv101

OSCE Pemeriksaan Abdomen

Pemeriksaan Abdomen

Anatomi Abdomen

Regio Abdomen
Garis imaginer yang membagi abdomen menjadi 9 regio perlu dipahami dengan baik, garis medioclavicularis yang terdapat 2 buah dengan posisi vertikal, kemudian garis transtubercular serta garis subcostal/transpyloric yang posisinya horizontal dan juga linea mediana yang berada di tengah.
Garis Batas Abdomen

Inspeksi

  • Warna kulit
  • Masa
  • Jejas / lesi
  • Spider nevi (pada thorax, kasus sirosis hepatis)
  • Caput medusa (kasus hipertensi porta, sirosis hepatis)
  • Cullen sign (kasus pancreatitis)
  • Darm contour (kasus ileus)
  • Darm steifung (kasus ileus)
  • Frog like appearance (kasus ascites)

Auskultasi

  • 9 Regio:
    • Peristaltik normal: 5 - 35 x/menit
    • Abnormalitas: peritoneal friction rub, silent abdomen
  • Bruit arteri (menggunakan bell stetoskop)
Auskultasi Abdomen 1
Auskultasi Abdomen 2
  • Succussion Splash:
    • Digunakan pada kasus ascites
    • Letakkan stetoskop, kemudian guncangkan abdomen pasien
Succussion Splash

Perkusi

  • 9 Regio:
    • Timpani seluruh lapang abdomen
  • Liver Span:
    • Perkusi dari ICS II linea medioclavicularis dextra ke arah bawah sampai bertemu pekak (pekak normalnya di ICS VI)
    • Beri tanda pada pekak tersebut
    • Perkusi lagi ke arah bawah sampai timpani, beri tanda pada pekak terakhir
    • Ukur kedua tanda tersebut, normal liver span 6 - 12 cm
Liver Span
  • Area Traube:
    • Perkusi tepat di bawah costae X (ICS X) di linea axillaris anterior sinistra
    • Awalnya timpani, minta pasien tarik napas, kemudian perkusi kembali, normalnya tetap timpani
Area Traube
  • Pekak Sisi dan Pekak Alih (Shifting Dullness):
    • Perkusi dari umbilicus ke arah sinistra (menjauhi pemeriksa)
    • Perkusi hingga perubahan timpani menjadi pekak
    • Jangan pindahkan jari jika sudah menemukan pekak
    • Minta pasien miring ke arah pemeriksa
    • Tunggu beberapa saat, kemudian perkusi kembali di titik yang sama
    • Seharusnya tetap pekak, jika berubah menjadi timpani, artinya terdapat pekak alih (pekak yang berpindah / beralih)
Shifting Dullness

Palpasi

⚠️ Posisi pasien: rileks, kaki ditekuk
  • Palpasi Ringan & Dalam:
    • Ringan: menggunakan 1 tangan, tidak perlu tarik napas
    • Dalam: menggunakan 2 tangan, jangan menekan ujung jari, tidak perlu tarik napas
    • Hal yang dinilai: Nyeri, Masa, Defans muscular / perut papan / rigiditas
    • Tanda peritonitis = defans muscular + nyeri
  • Palpasi Organ (Hepar):
    • Ada beberapa teknik: menyendok, hook, dan menangkap hepar
    • Teknik pemeriksaan yang direkomendasikan adalah dengan teknik menyendok
    • Gunakan tepi jari telunjuk tangan kanan untuk meraba hepar (tangan membentuk posisi L, sejajar dengan bentuk arcus costae)
    • Mulai palpasi dari iliaca dextra menuju ke hipokondriaka dextra
    • Minta pasien tarik napas, lalu segera lakukan palpasi ketika pasien sedang inspirasi
    • Minta pasien buang napas (diikuti dengan melepas tekanan palpasi)
Palpasi Hepar 1
Palpasi Hepar 2
Palpasi Hepar 3
Palpasi Hepar 4
Palpasi Hepar 5
Palpasi Hepar 6
  • Palpasi Organ (Lien):
    • Tangan kiri diletakkan di bawah badan pasien pada costa X bagian belakang sambil diangkat
    • Mulai palpasi dari iliaca dextra menuju ke hipokondriaka sinistra (garis Schuffner)
    • Minta pasien tarik napas, lalu segera lakukan palpasi saat inspirasi
Palpasi Lien Schuffner
  • Undulasi / Fluid Wave Test:
    • Letakkan tangan pasien pada linea mediana dan minta pasien untuk memberi tekanan
    • Ketuk sisi abdomen pada bagian flank dengan ujung jari dengan cepat dan dalam
    • Rasakan sisi abdomen lainnya dengan telapak tangan, maka jika (+) ascites akan terasa gelombang air pada telapak tangan
Fluid Wave Test
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.