Antropometri
- Berat badan dan tinggi badan
Keadaan Umum Pasien
- Tampak sehat?
- Tampak sakit?
- Tampak sesak?
Kesadaran
- Compos mentis?
- Penurunan kesadaran?
Tanda Vital
- Heart rate (normal 60 - 100 x/menit)
- Suhu (normal 36.5°C - 37.5°C)
- Respiratory rate (normal 16 - 20 x/menit)
- Tekanan darah (berdasarkan JNC 7)
Kepala
- Arcus pada limbus kornea mata (pada lansia hal ini wajar, disebut arcus senilis, namun pada orang yang lebih muda ini merupakan pertanda hiperlipidemia)
- Xantelasma (tanda hiperlipidemia)
- Bibir sianosis
Leher
-
Pemeriksaan JVP:
- Tinggikan pasien 30 - 45 derajat
- Minta pasien menengok ke sisi kiri
- Lihat pulsasi tertinggi pada vena jugularis interna
- Letakkan penggaris pada angulus sterni / angulus ludovicus (angulus ini sejajar costae II)
- Tunjuk (dengan tongkat penunjuk) pulsasi tertinggi pada vena jugularis interna
- Nilai tinggi pulsasi tersebut dengan penggaris (normal 5 ± 2 cm)
- Jika pulsasi vena jugularis interna tidak terihat, dapat menggunakan pulsasi vena jugularis eksterna
⚠️ Jika dari hasil anamnesis mengarah ke CHF, namun vena jugularis interna maupun eksterna tidak terlihat maka dapat dilakukan pemeriksaan hepatojugular reflux (HJR), hasil "HJR" positif jika terjadi peningkatan pulsasi vena jugular (interna / eksterna) > 3cm dari angulus sternalis setelah penekanan 10 - 30 detik pada hepar, dan peningkatan pulsasi tersebut menetap > 15 detik setelah penekanan dilepas
Thorax Jantung
⚠️ Minta pasien membuka seluruh bajunya
-
Inspeksi:
- Bentuk precordium simetris / tidak?
- Warna kulit precordium sama dengan kulit sekitar?
- Apakah ictus cordis tampak di ICS V linea medioclavicularis sinistra 1-2 cm ke medial?
-
Palpasi:
- Ictus cordis: normal di ICS V linea medioclavicularis sinistra 1-2 cm ke medial
- Sternal lift (meraba pada ujung proc. xiphoideus): (+) pada RVH
- Pulsus epigastrium (meraba dengan jari telunjuk tangan kanan pada bagian bawah proc. xiphoideus): (+) pada RVH dan aneurisma
- Pulsus parasternal (meraba pada linea parasternalis sinistra ICS 2, 3, 4 dengan ujung jari 2, 3, 4 tangan kanan): (+) pada RVH
- Thrill (palpasi pada tiap katup): positif pada murmur yang sangat kuat hingga teraba getaran
-
Perkusi (Lihat Teknik Perkusi):
- Batas kanan jantung: normal ICS V linea parasternalis dextra
- Batas kiri jantung (apex): normal ICS V linea medioclavicularis sinistra
- Batas pinggang jantung: normal ICS III linea parasternalis sinistra
- Batas atas jantung: normal ICS II linea parasternalis sinistra
-
Auskultasi (sambil meraba A. radialis):
-
Gunakan diafragma stetoskop untuk nada yang relatif tinggi:
-
Mitral (4 poin di bawah ini cukup 1 kali saja diucapkan saat menilai mitral):
- S1 adalah suara yang dihasilkan oleh menutupnya katup tricuspid dan mitral (fase sistolik / kontraksi ventrikel), berbunyi bersamaan dengan denyut nadi
- S2 adalah suara yang dihasilkan oleh menutupnya katup aorta dan pulmonal (fase diastolik / relaksasi ventrikel), berbunyi tidak bersamaan dengan denyut nadi
- Apakah irama reguler?
- Berapa heart rate dalam 1 menit, Dok?
- Apakah punctum maksimum katup mitral di ICS V linea medioclavicularis sinistra 1-2 cm ke medial? Apakah S1 > S2? Apakah ada suara tambahan seperti murmur / S3 gallop?
- Tricuspid: Punctum maksimum di ICS V linea parasternalis sinistra. Apakah S1 > S2? Ada suara tambahan (murmur/S3 gallop)?
- Pulmonal: Punctum maksimum di ICS II linea parasternalis sinistra. Apakah S2 > S1? Ada suara tambahan (murmur/S3 gallop)?
- Aorta: Punctum maksimum di ICS II linea parasternalis dextra. Apakah S2 > S1? Ada suara tambahan (murmur/S3 gallop)?
-
Mitral (4 poin di bawah ini cukup 1 kali saja diucapkan saat menilai mitral):
- Gunakan bell stetoskop untuk nada yang relatif rendah (S3 atau S4 dan murmur yang sulit didengar dengan diafragma stetoskop)
-
Gunakan diafragma stetoskop untuk nada yang relatif tinggi:
Ekstremitas
- Pitting Edem
Social Media