BLANTERORIONv101

OSCE : Deskripsi Luka (Stase Forensik)

Forensik - Deskripsi Luka & Pembuatan Visum
Dalam mendeskripsikan luka dengan tujuan untuk membuat visum kasus kekerasan, sangat penting mengetahui urutan dan cara mendeskripsikan luka. Singkatan untuk mempermudah dalam mengingat urutan deskripsi luka yaitu JLBUS.

Definisi

  • Trauma Mekanik:
    • Kekerasan Tajam (permukaan bendanya tajam):
      • Luka tusuk: bentuknya celah
      • Luka iris: bentuknya celah
      • Luka bacok: bentuknya menganga
    • Kekerasan Tumpul (permukaan bendanya tumpul):
      • Luka robek
      • Luka lecet
      • Luka memar

Jumlah

  • Luka Kekerasan Tumpul:
    • Jika > 3 luka pada 1 regio tubuh, maka dikatakan menggunakan kalimat "beberapa luka", yang dideskripsikan adalah luka terbesar dan luka terkecil.
    • Khusus luka tumpul disebut jenisnya secara langsung (terdapat sebuah luka lecet / terdapat sebuah luka memar).
  • Luka Kekerasan Tajam:
    • Luka akibat kekerasan tajam (3 dimensi) tetap dinyatakan dalam angka per regio (bukan dengan kalimat "beberapa luka").
    • Untuk luka tajam, contoh penulisan: terdapat sebuah luka terbuka.
    • Kekerasan tajam (3 dimensi), luka jenis ini harus dideskripsikan satu per satu (bukan hanya yang terbesar dan terkecil).

Lokasi

Untuk mendeskripsikan lokasi, terdapat 2 cara (gunakan keduanya supaya lebih detil), yaitu lokasi regional dan lokasi koordinat.
  • Regional: Berdasarkan regio anatomi, seperti wajah, leher, bahu, dada, pinggang, punggung, bokong, anggota gerak atas, anggota gerak bawah, mata, hidung, telinga, mulut, alat kelamin. Gunakan bahasa non-medis (karena visum ini akan dibaca oleh orang awam/non-medis).
  • Koordinat:
    • Sumbu X (vertikal): Contoh: "tiga sentimeter di sebelah kanan garis tengah tubuh".
    • Sumbu Y (horizontal): Contoh: "satu sentimeter di atas garis yang melewati kedua puting susu".
    • Sumbu Z: Khusus untuk luka tembak, diukur dari tumit. Contoh: "lima puluh sentimeter di atas tumit".
    • Deskripsi Koordinat Suatu Luka:
      • Dapat menggunakan ujung luka / sudut luka (jika luas lukanya > 3 cm²). Contoh: ujung pertama satu sentimeter di kanan garis tengah tubuh, dan ujung kedua tiga sentimeter di atas garis mendatar yang melewati puting susu.
      • Dapat menggunakan titik pusat (jika luas lukanya < 3 cm²). Pada kasus seperti memar, lecet, luka tembak. Contoh: dengan titik pusat dua belas sentimeter di atas garis mendatar yang melewati siku.
      • Dapat menggunakan batas teratas, batas terbawah, batas paling kiri, batas paling kanan dari suatu luka; dapat digunakan pada luka memar, lecet, atau luka terbuka yang cukup luas dan tidak beraturan (tidak memiliki sudut luka).
    • Khusus ekstremitas, koordinat yang digunakan hanya sumbu Y (horizontal) saja.
Ilustrasi Koordinat Luka

Keterangan Gambar (Sumbu Y / Garis Referensi):

  • Kepala berambut: Batas atas tumbuh rambut dan batas bawah tumbuh rambut.
  • Wajah: Garis mendatar yang melewati kedua mata.
  • Leher: Garis mendatar yang melewati jakun.
  • Perut: Garis mendatar yang melewati pusar.
  • Dada: Garis mendatar yang melewati kedua puting susu (khusus laki-laki) dan garis mendatar yang melewati kedua puncak bahu (bisa untuk laki-laki maupun perempuan).
  • Tangan: Garis mendatar yang melewati siku, lipat siku, atau pergelangan tangan.
  • Kaki: Garis mendatar yang melewati lutut, pergelangan kaki, atau mata kaki.

Bentuk (tergantung kesepakatan ahli)

  • Teratur, menyerupai oval, bulat, garis
  • Tidak teratur
  • Pada luka kekerasan tajam perlu dinilai bentuk sebelum dirapatkan dan sesudah dirapatkan.

Ukuran

  • Luka tertutup: panjang dan lebar, bisa juga berupa diameter.
  • Luka terbuka: panjang, lebar, dan kedalaman (dalam kondisi terbius di ruang IBS, jika sadar tidak mungkin mengukurnya), bisa juga menggunakan diameter.
  • Pada luka kekerasan tajam perlu diukur sebelum dirapatkan dan sesudah dirapatkan.

Sifat

  • 1. Garis Batas Luka (GBL):
    • Batas luka: tegas atau tidak
    • Tepi luka: rata atau tidak
    • Sudut: ada atau tidak; jika ada, apakah lancip atau tumpul
  • 2. Area di dalam GBL:
    • Tebing luka: terdiri dari jaringan apa saja (Kulit, Jaringan Ikat, Lemak, Otot, Tulang, Pembuluh Darah, Saraf)
    • Jembatan jaringan
    • Dasar luka: terdiri dari jaringan apa (kadang sulit ditentukan, contoh luka tembus yang sangat dalam menembus rongga, kecuali pada jenazah dapat ditentukan saat otopsi)
  • 3. Daerah sekitar GBL:
    • Memar (istilah lebam hanya untuk mayat)
    • Tatoase
    • Jelaga
    • Bekuan darah
    • Warna (menunjukkan umur luka)
  • 4. Kualifikasi / Derajat Luka:
    • Ringan
    • Sedang
    • Berat
Sifat & Karakteristik Luka

Luka Tembak

  • Abrasion collar = Kelim lecet
  • Tattooing = Kelim tato
  • Smoke = Soot = Jelaga = Kelim jelaga
  • Grease collar = Bullet wipe = Dirt collar = Kelim kesat
Luka Tembak 1
Luka Tembak 2
Luka Tembak 3
Luka Tembak 4
Luka Tembak 5
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.