Antropometri
- Berat badan dan tinggi badan
Keadaan Umum Pasien
lakukan dalam posisi duduk di atas bed bila memungkinkan
- Tampak sehat?
- Tampak sesak? Adakah tripod position?
Kesadaran
laporkan kepada penguji
- Compos mentis atau
- Penurunan kesadaran
Tanda Vital
lakukan dalam posisi duduk di atas bed bila memungkinkan
- Heart rate (normal 60 - 100 x/menit)
- Suhu (normal 36.5°C - 37.5°C)
-
Respiratory Rate:
- Frekuensi normal: 16 - 24 x/menit
- Irama: apakah reguler?
- Kedalaman: apakah cukup?
- Pola napas: apakah terdapat Kussmaul, Cheyne-Stokes, Biot?
- Tekanan darah (berdasarkan JNC 7)
Kepala
posisi duduk di atas bed, minta pasien melepas pakaian
- Ekspresi wajah, apakah tampak sesak?
- Apakah terdengar wheezing, snoring, stridor?
- Adakah napas cuping hidung (nasal flaring)?
Hidung yang mengembang / melebar (napas cuping hidung) saat inspirasi, adalah mekanisme kompensasi (sama halnya seperti penggunaan otot bantu napas). Dengan cuping hidung yang melebar akan membantu meningkatkan aliran udara dan menurunkan hambatan udara. Kompensasi ini terjadi akibat seseorang mengalami gangguan pernapasan (respiratory distress). Contoh penyebab respiratory distress adalah pneumonia.
- Adakah pursed lips breathing?
- Adakah bibir sianosis?
Leher
posisi duduk di atas bed bila memungkinkan
- Adakah penggunaan otot bantu pernapasan (accessory muscles of breathing)?
- Adakah retraksi?
- Adakah pembesaran kelenjar getah bening (KGB leher)? Jika ada, deskripsikan lokasi, jumlah, ukuran, konsistensi, nyeri/tidak.
Thorax Paru
Perhatikan gambar di bawah ini. Perlu diketahui bahwa pulmo (bagian apex-nya) juga berada di atas clavicula, kurang lebih setinggi 3 cm di atas clavicula. Perhatikan juga bahwa ICS 1 berada di bawah costae 1.
Anterior
lakukan dalam posisi berbaring
-
Inspeksi:
- Diameter thorax anteroposterior < diameter thorax laterolateral (normal AP < LL)
- Warna kulit dada apakah sama dengan kulit sekitar?
- Apakah pada dinding thorax terdapat:
- Masa, deformitas, lesi
- ICS melebar
- Arcus costae 90 derajat
- Retraksi, flail chest
- Statis (dari samping, tidak perlu minta pasien tarik napas): apakah hemithorax dextra-sinistra simetris?
- Dinamis (dari ujung kaki pasien, minta pasien tarik napas & buang napas): apakah hemithorax simetris? Adakah yang tertinggal?
-
Palpasi:
- Jika pada inspeksi sulit dinilai, periksa kembali saat palpasi:
- ICS melebar? (menggunakan jari jemari, bukan telapak tangan)
- Nyeri, krepitasi, masa
- Tactil Fremitus: palpasi dengan kedua telapak tangan pada 3 area thorax anterior, minta pasien tarik napas, kemudian hembuskan, di akhir ekspirasi ucapkan "tujuh puluh tujuh".
- Meningkat? Melemah? Kanan-kiri sama?
- Ekspansi dada simetris? (letakkan ibu jari sejajar / setinggi costae 10 / arcus costae)
- Jika pada inspeksi sulit dinilai, periksa kembali saat palpasi:
-
Perkusi [lihat teknik perkusi]:
- Sonor seluruh lapang paru? Hipersonor? Redup? Pekak?
- Batas paru hepar dilakukan pada thorax anterior: batas perubahan sonor menjadi pekak adalah di ICS VI. Untuk peranjakan paru dilakukan di thorax posterior.
-
Auskultasi:
- Suara dasar paru vesikuler?
- Suara tambahan: wheezing, ronchi kering, ronchi basah kasar & halus, pleural friction rub
Posterior
posisi duduk, tangan disilangkan ke bahu & siku sejajar
-
Inspeksi:
- Vertebra: kifosis, skoliosis, lordosis
-
Palpasi:
- Nyeri, krepitasi, masa
- Tactil fremitus: meningkat? melemah? kanan-kiri sama?
- Ekspansi dada simetris?
-
Perkusi [lihat teknik perkusi]:
- Sonor seluruh lapang paru? Hipersonor? Redup? Pekak?
- Peranjakan paru inspirasi maksimal (normal 5 - 6 cm)
-
Auskultasi:
- Suara dasar paru vesikuler?
- Suara tambahan: wheezing, ronchi kering, ronchi basah kasar & halus, pleural friction rub
Abdomen
- Dalam batas normal
Ekstremitas
- Sianosis
- Clubbing finger
Social Media