BLANTERORIONv101

OSCE Pemeriksaan Regio Anal dan Prostat

Rectal Toucher / Digital Rectal Examination (Colok Dubur)
Persiapan Pasien & Pemeriksa: Turunkan celana, posisikan pasien *sims*, dokter mencuci tangan kemudian menggunakan *handscoon*.
Posisi Sims

Posisi pemeriksaan *Sims*.

Indikasi Rectal Toucher

  • Hematochezia: BAB darah segar (merupakan tanda adanya perdarahan saluran cerna bagian bawah).
  • Hemorrhoids: Pelebaran plexus vena rektum.
  • Ileus: Ampulla recti teraba *collapse*.
  • Hirschsprung: Ampulla recti teraba *collapse*.
  • Appendicitis: Akan nyeri pada RT arah jam 11.
  • Retensi urin e.c BPH: Pada BPH, kedua lobus membesar simetris, konsistensi lunak, permukaan licin, nyeri tekan (-).
  • Retensi urin e.c Ca. Prostat: Pada Ca. Prostat, lobus membesar, konsistensi lebih keras, permukaan berbenjol, nyeri tekan (+).
  • Prostatitis: Nyeri tekan pada prostat, dan nyeri saat ejakulasi.

Regio Anal & Pemeriksaan Fisik

Teknik Inspeksi: Buka gluteus dengan tangan kanan dan kiri untuk mengamati regio anal / anus.
Regio Anal
  • Inspeksi menilai:
    • Warna kulit sekitar anus
    • Massa, hemoroid
    • Fissura
    • Fistula
  • Palpasi menilai:
    • Adanya massa
    • Nyeri tekan

Rectal Toucher / Digital Rectal Examination

Pastikan *handscoon* telah diberi gel *lubricant* secukupnya sebelum pemeriksaan dimulai.
  • Step by Step Colok Dubur:
    • Tangan yang sudah menggunakan *handscoon* dan diberi gel *lubricant*, posisikan pada orificium anal di tepi anus bagian posterior / arah jam 6 / ke arah sacrum.
    • Tekan secara lembut pada anus, kemudian ubah kemiringan sudut jari telunjuk.
    • Jangan memaksakan untuk memasukkan jari telunjuk; tunggu hingga *sphincter ani* relaks, minta pasien tarik napas dan buang napas, lalu perlahan masukkan jari telunjuk ke dalam anus.
    • Telusuri ke dalam dengan jari telunjuk mengikuti kurvatura *sacrum*.
Teknik RT 1
Teknik RT 2
  • Evaluasi di dalam Kanalis Anal & Rektum:
    • Anal Canal: Saat jari masuk sebagian, cek tonus *sphincter ani* (minta pasien mengejan, nilai apakah cengkraman / kontraksi cukup). Cek mukosa anal canal apakah licin atau ada massa (meraba seluruh dinding arah jam 6, 9, 12, 3).
    • Rectum: Jari masuk lebih luas/dalam, nilai mukosa rektum apakah licin atau ada massa (meraba seluruh dinding arah jam 6, 9, 12, 3).
    • Ampulla Recti:
      • Jika ampulla recti lebar = tidak *collapse* = ujung jari terasa plong / lebar.
      • Jika ampulla recti sempit = *collapse* = ujung jari terasa ada yang menjepit / sempit.
Ampulla Recti
  • Pemeriksaan Prostat (Hanya dimiliki oleh laki-laki):
    • Arahkan RT ke ventral / anterior (jam 12), nilai apakah prostat teraba atau *floating*.
    • Lobus prostat: Nyeri tekan, konsistensi (lunak / keras), permukaan (licin / berbenjol), ukuran (apakah kedua lobus simetris? Normal diameter laterolateral < 4 cm).
    • Sulcus medianus teraba? (Normal: teraba).
    • Polus anterior teraba? (Normal: teraba).
    • Vesicula seminalis teraba? (Normalnya: tidak teraba).
    • Bulbocavernosa reflex? Tidak wajib (peningkatan tonus sphincter ani ketika glans penis dipencet).
    • Evaluasi sarung tangan saat ditarik: Nilai apakah terdapat lendir, darah, atau feses.

Silahkan login ke YouTube untuk akses video di atas.

Anatomi 1
Anatomi 2
Anatomi 3
Anatomi 4
Prosedur Akhir

Tindakan Akhir

  • Cuci tangan dengan *handscoon* yang masih terpasang.
  • Bersihkan regio anal pasien menggunakan kasa setelah selesai pemeriksaan.
  • Lepas *handscoon* dan cuci tangan kembali.
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.