Alur Pemeriksaan & Penilaian Okupasi
Panduan ringkas tata cara anamnesis, pemeriksaan fisik, penunjang, hingga penegakan diagnosis okupasi (Penyakit Akibat Kerja / PAK).
-
1. Anamnesis:
- *Sacred Seven*
- *Fundamental Four*
-
2. Pemeriksaan Fisik:
- Keadaan Umum (KU), Kesadaran, dan Tanda-Tanda Vital (TTV)
- Pemeriksaan Generalis (biasanya penguji menyatakan dalam batas normal)
- Pemeriksaan Lokalis (cukup ditanyakan / disesuaikan kasus)
- 3. Pemeriksaan Penunjang: Sekedar mengusulkan pemeriksaan penunjang yang relevan dengan kasus.
- 4. Diagnosis Klinis: Menegakkan diagnosis klinis berdasarkan hasil pemeriksaan.
- 5. Anamnesis Pekerjaan: Menggali riwayat pekerjaan secara mendalam.
7 Langkah Penegakan Diagnosis Okupasi
-
7 Langkah Evaluasi PAK / PAHK:
- Langkah 1: Menegakkan Diagnosis Klinis
- Langkah 2: Menentukan *Hazard* (Pajanan / Potensi Bahaya) di tempat kerja
- Langkah 3: Mencari *Evidence Based* (Hubungan antara pajanan dengan penyakit klinis)
- Langkah 4: Menentukan Besar Pajanan (*Exposure*) untuk menyebabkan Penyakit Akibat Kerja (PAK)
- Langkah 5: Menilai Faktor Internal Individu (kerentanan, riwayat genetik, gaya hidup)
- Langkah 6: Menilai Faktor Eksternal (pajanan di luar tempat kerja)
- Langkah 7: Menentukan Diagnosis PAK / PAHK / Non-PAK
Tatalaksana & Edukasi Pasien
-
Tatalaksana:
- Farmakoterapi (medikamentosa)
- Non-farmakoterapi (modifikasi gaya hidup, rehabilitasi okupasi)
-
Edukasi:
- Nama penyakit yang dialami
- Penyebab / etiologi penyakit
- Rencana tindak lanjut (*follow-up*)
- Opsi pencegahan melalui 5 Hierarki Pengendalian (*Hierarchy of Controls*: Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknik, Administratif, dan APD)
Social Media